Q & A  |  Site Map  
   
 
GnE WEB LOGIN
     
  User ID :  
  Password :  
         
   


 
MENENDANG DAN MEMUKUL SAAT TIDUR TANDA AWAL PENYAKIT PIKUN DAN PARKINSON  

 
Artikel
   
 

Minnesota, Tak sedikit orang yang suka menandang atau memukul-mukul tanpa sadar saat sedang tidur. Ilmuwan memperingatkan, menendang dan memukul saat tidur bisa jadi pertanda awal penyakit dementia (pikun) dan parkinson.


Dementia merupakan sindrom yang ditandai oleh berbagai gangguan fungsi kognitif tanpa gangguan kesadaran. Gangguan hanya terjadi pada inteligensia, daya ingat, bahasa, pemecahan masalah, orientasi dan konsentrasi.

Sedangkan Parkinson merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan adanya tremor atau gerakan tubuh yang tidak terkontrol, seperti gemetaran, juga kekakuan otot. Dalam kasus tertentu disebabkan oleh toksin, kepala terluka dan obat-obatan.

Menurut penelitian, orang yang suka menendang dan memukul saat tidur lebih mungkin mengembangkan dementia dan penyakit Parkinson. Dari kebiasaan tidur ini, dapat diprediksi adanya dementia dan Parkinson, bahkan 50 tahun sebelum penyakit tersebut didiagnosa.

Peneliti telah menemukan hubungan antara orang dengan perilaku tidur REM (rapid eye movement) dan kondisi otak beberapa tahun kemudian.

Tidur REM adalah tahap ketika orang biasanya bermimpi. Kebanyakan orang menjadi 'lumpuh' selama fase tidur ini, karena otak menutup otot.

Tetapi jika orang mengalami gangguan tidur REM, maka tidurnya sering bergerak bahkan dengan gerakan kekerasan. Biasanya orang dengan gangguan tidur REM ini sering memukul pasangan tidurnya atau jatuh dari tempat tidur.

Dari penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal medis Neurology, ada bukti bahwa gangguan tidur tertentu dapat menjadi alat prediksi adanya penyakit otak. Hal ini memungkinkan dokter untuk melakukan diagnosis jauh sebelum penyakit tersebut terjadi.

"Temuan kami menunjukkan bahwa pada beberapa pasien, kondisi ini memiliki rentang yang sangat panjang dari aktivitas di otak dan juga mungkin memiliki jangka waktu yang lama sebelum gejala lain terlihat," ujar Dr Bradley Boeve, penulis stud dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, seperti dilansir dari Dailymail, Kamis (29/7/2010).

Dengan menggunakan catatan dari Mayo Clinic, peneliti mengidentifikasi 27 orang dengan gangguan tidur REM setidaknya 15 tahun sebelum dirinya mengalami penyakit Parkinson, dementia atau atrofi multi sistem (gangguan otak mirip Parkinson).

Hasilnya, diperoleh bahwa rentang waktu antara dimulainya gejala gangguan tidur dan penyakit otak berkisar sampai 50 tahun, dengan rentang rata-rata 25 tahun.

"Kami belum memahami mengapa korelasi ini ada. Karena ukuran sampel penelitian ini masih kecil, maka dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut," ungkap Ruth Sutherland, chief executive dari Alzheimer's Society.



(mer/ir)

 
 
 

Sumber : Detik Online, Juli 2010

Penulis : Merry Wahyuningsih

 
  ARTIKEL TERBARU :
  - Rokok Ganggu Penyerapan Vitamin dan Darah di Tubuh
  - Pasien Stroke yang Bisa Silangkan Kaki Lebih Cepat Pulih
  - Pengobatan Asma ala Rumah
 
   
  ARTIKEL LAINYA :
  Kumpulan artikel-artikel sebelumnya, tentang dunia kesehatan dapat dilihat disini!!
   
 
Q & A SITE MAP
 
 
Copyright©2007-2011. Global Network Explorer. All Right Reserved.
Best Viewed in 1024x768 resolution.